Agus Sutiono

Knowledge is nothing without understanding
Jan 20

Beberapa hari ini gue punya waktu cukup longgar buat nonton tv yang akhir-akhir ini semakin dijejali dengan iklan-iklan partai politik. Kalo diamati bener-bener tv ads parpol lebih kreatif dibanding tv ads produk-produk komersial. Coba saja lihat iklan PKS, Gerindra dan mungkin yang paling kurang diminati, tv ads Demokrat.

Beberapa tv ads parpol memang mengundang kontroversi dan cenderung menjatuhkan parpol lain tapi dari segi kreatif mereka ga kalah. Yang bakalan gue bandingin disini adalah tv ads punya Extra Joss (EJ). Sebenernya EJ punya resource yang ga kalah dibanding parpol. Memang sih pasar EJ mulai tergerus oleh produk-produk sejenis yang kalo diamati strategi marketing produk lain tersebut semakin lama semakin elegan.

Extra Joss memakai Cinta Laura, Deddy Mizwar plus Tengku Wisnu yang cuma dipakai selayaknya testimonial. Dipikir-pikir kalo cuma testi-testian doank mending comot orang dari pinggir jalan trus disortir pasti komennya bakal lebih seru dan unik.

Menurut sudut pandang gue ada beberapa hal yang bikin tv ads Extra Joss ga bisa “Ngomong”. Faktor pertama yang paling kurang efektif adalah adanya Deddy Mizwar disitu. Deddy Mizwar pernah ‘membintangi’ tv ads dari berbagai produk yang cukup sukses seperti Promag, Sozzis, Entrostop dll. Keterkaitan image opa Deddy sangat erat dengan iklan Promag dan Sozzis cukup sulit dihilangkan. Mungkin maksud dari ads agency memakai opa Deddy adalah ingin menunjukkan kalo produk Extra Joss dapat konsumsi orang tua pula tapi kenapa harus opa Deddy ga sekalian Ki Daus aja hehe..

Cinta Laura yang dianggap mewakili generasi perempuan muda multi talented seharusnya ‘fit in’ dengan tv ads ini tetapi kayaknya kurang ‘nendang’. Cinta Laura seakan hanya menjadi pemanis frame saja. Educated parents yang nonton tv ads ini bakalan bilang “Ya ampun cewek abg kok sering minum energy drink, gimana besarnya nanti”. Come on, everybody knows that kind of energy drink is not really good for your health.

Yang paling missplaced menurut gue adalah adanya Tengku Wisnu disitu. Bintang sinetron Cinta Fitri itu tampak kurang tough untuk menjadi sosok yang getol minum Extra Joss.

Akan lebih baik jika ketiga bintang tersebut dipisahkan dengan seri tv ads Extra Joss yang berbeda seperti yang dilakukan pada tv ads Mentari by Indosat.

Jan 17

Pertama kali nemu Gran Torino di rental DVD sempet berekspektasi lebih terhadap film ini. Dilihat dari judulnya Gran Turino mirip judul game balapan di Playstation ‘Gran Turismo’. Apalagi cover-nya memajang sosok Clint Eastwood yang pake tampang sadis. Action banget gitu.

Daripada penasaran ga pake lama gue langsung ambil beberapa film termasuk Gran Turino n try to watch ‘em whole night. Seperti biasa rencana tinggal rencana. Rencana gue buat ngabisib malam ditemani DVD gagal. Ada temen tiba-tiba datang ngajak hang out. Finally, file DVD gue simpen dulu buat ditonton kapan-kapan.

Enuff. Gran Turino emang sedikit sesuai ekspektasi. Berharap banyak aksi kebut-kebutan layaknya Gran Turismo di PS. Memang kisahnya berawal dari mobil Gran Turino tapi ini adalah film Drama, yup Drama belaka. But, it’s really entertaining.

Kisahnya unik dan menarik. Basicly film ini berkisah tentang hubungan seorang pria bule tua yang kolot dan seorang pemuda asia yang polos. Intrik-intrik yang disajikan cukup menarik. Cenderung biasa tapi ringan untuk dicerna. Jadi ingat film-film lepas yang dulu sering diputer di televisi nasional siang bolong.

Clint Eastwood berperan sebagai Walt seorang kakek sederhana yang males banget ngelihat perkembangan anak cucunya. Setelah kepergian istrinya, Walt menjadi seorang yang penyendiri yang ga mau diganggu siapapun. Walt memandang lingkungan sekitarnya sebagai pengganggu. Walt hanya merasa nyaman ketika ia berkumpul dengan teman-teman veterannya. Sampai suatu saat ia memergoki seorang pemuda asia (mungkin korea) yang sedang membobol mobil Gran Torino dia.  Ga taunya pemuda itu adalah tetangga dia. Mulai dari sinilah intrik terjadi secara elegan dan mengalir indah. Read the rest of this entry »

Jan 6

Will Smith, yup, another Will Smith movie. Masih terngiang-ngiang di kepala gue film terakhir Will Smith,  I am Legend, kali ini Seven Pounds. Agak malas sebenernya ngebahas film ini disini sehubungan dengan malasnya gue nonto nih film. But, a little bit share is ok.

Begini singkatnya, Will Smith berperan sebagai Ben seorang yang depresi gara-gara ditinggal mati istrinya pada sebuah kecelakaan gara-gara dia nyetir sambil baca sms (kayaknya) di Blackberry dia. Berikutnya adegan-adegan diceritakan secara acak, maju mundur maju mundur dst, mulai dari Ben nelpon 911, trus nelponin orang sambil marah-marah, tiba-tiba nongol di rumah sakit jadi agen IRS, trus ngunjungin orang-orang sambil ngaku-ngaku kalo dia agen IRS.

Flashback ke masa lalu Ben kadang-kadang bikin kita pusing dan jadi ikutan depresi menebak-nebak apa sebenernya yang pengen diutarakan Seven Pounds. Coba deh dihitung, kamu bakal nemuin tujuh orang yang ada hubungannya sama Ben.

Didukung dengan akting depresi Will Smith yang kuat Seven Pounds bakal ngetes kesabaran kamu sejauh mana tingkat depresi kamu hehehe.. Eniwei, this movie had a good ending..

Dec 26
Sang Koleris
icon1 aggust | icon2 Crap | icon4 12 26th, 2008| icon33 Comments »

Menyambung dari artikel sebelumnya di artikel ini gue bakalan share sedikit pengetahuan gue mengenai gambaran umum sifat-sifat manusia. Tulisan ini hanya berdasar sudut pandang doank jadi doesn’t mean it’s exactly right. Kali ini gue coba ngurai sifat-sifat orang yang punya istilah Koleris (ada yang tau artinya??)

Hasrat orang Koleris adalah mengatur dan memimpin. Orang yang memiliki sifat koleris yang kuat biasanya pandai dalam melakukan pendekatan terhadap orang lain. Koleris biasanya cepet banget dalam ngelobi dengan pendekatan politis yang canggih. Apalagi kalo nih orang Koleris sukses ‘masuk’ ke orang lain, orang tersebut bakalan gampang diatur sama dia. Selain itu orang Koleris sangat memiliki kepercayaan diri yang tinggi tetapi terkadang dikuasai keresahan meskipun ia sudah mendominasi. Kecenderungan dia untuk selalu menduduki posisi teratas didasari naluri dia tentang apa yang akan berhasil dan keyakinan yang tulus akan kemampuan untuk mencapainya. Padahal sebenarnya potensi dia dalam menguasai orang cenderung kurang agresif. Read the rest of this entry »

Dec 24
Sanguis Populer
icon1 aggust | icon2 Crap | icon4 12 24th, 2008| icon3No Comments »

Manusia adalah makhluk sosial, yup naturally social creature, exactly. Sifat-sifat manusia dalam menjalin hubungan dengan sesamanya dapat dibedakan jadi beberapa karakter. Tulisan ini paling ga dapat membantu kita (lo aja kaliii…) dalam memperbaiki atopun mengantisipasi sifat-sifat orang yang di sekitar kita.

SANGUIS POPULER

Orang dengan kategori SANGUIS POPULER dapat lo kenalin dari cara dia ngomong. SANGUIS POPULER biasanya memiliki tingkat komunikasi yang baik (kalo ga mau dikatakan ember) ditunjukkan dengan terus saja berbicara, lantang, bersuara keras dan cenderung menguasai pembicaraan. Secara fisik SANGUIS POPULER dapat dilihat dari mata mereka yang tampak cemerlang (sumpe lo?). Read the rest of this entry »

Dec 12
Simbol Daur Ulang Plastik
icon1 aggust | icon2 Crap | icon4 12 12th, 2008| icon31 Comment »
Simbol Daur Ulang Plastik

Sadar ga sadar kamu pasti pernah ngeliat salah satu logo dari gambar di samping. Tahukah kamu logo-logo tersebut punya makna apa? Ada yang berasumsi bahwa angka yang tertera pada logo tersebut menunjukkan berapa kali plastik tersebut dapat didaur ulang. Asumsi tersebut bisa dibilang benar bisa juga salah. Berikut penjelasan mengenai logo tersebut.

Plastik nomor 1 – PET atau PETE (polyuretane terephtalene) biasa dipakai untuk botol bening/transparan seperti botol air mineral dan minuman ringan. Botol ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai, jangan mengisinya dengan air hangat atau panas, Read the rest of this entry »

Nov 30
Gengsi
icon1 aggust | icon2 Kopipes | icon4 11 30th, 2008| icon3No Comments »

Artikel berikut diambil dari website http://jobs.experd.com/articles dengan tujuan untuk lebih menyebarluaskan hal-hal positif.

Gengsi
By: Eileen Rachman & Sylvina Savitri
Date: 17-Nov-2008

Saat saya bicara di dalam pelatihan-pelatihan bahwa feedback adalah hal yang unavoidable atau tak terhindarkan untuk perbaikan dan pengembangan diri, hampir selalu saja ada ‘curhat’ dari peserta mengenai banyaknya mereka menemui individu senior yang tidak welcome, sulit atau bahkan meradang saat menerima umpan balik. Saya menduga, bahwa salah satu alasan seseorang sulit menerima umpan balik mengenai kinerja, kesalahan dan pengembangan dirinya, terutama di negara kita ini, adalah lebih dilatarbelakangi gengsi yang besar. Kritik dipandang sebagai sesuatu yang menjatuhkan ‘muka’ dan menurunkan gengsi. Apalagi bila seorang senior berada pada situasi harus bekerja di bawah pimpinan yang lebih muda, pintar namun kurang pengalaman, bisa-bisa makin besar pula kadar gengsinya. Komentar seperti ‘anak kemarin sore’-lah, ‘belum pengalaman’-lah dan banyak alasan lain, seakan tidak memperbolehkan diri kita untuk melihat ke dalam dan berpikir mengenai kapasitas, kompetensi, kontribusi dan komitmen yang selama ini kita tampilkan, sehingga kita tidak dipilih  untuk menjadi pimpinan tim dan dilangkahi oleh yang lebih muda-muda.
Read the rest of this entry »

« Previous Entries